You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Wage

Desa Wage

Kec. Sabbangparu, Kab. Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA WAGE KECAMATAN SABBANGPARU KAB. WAJO SULAWESI SELATAN

Profil Desa

Administrator 29 Juli 2013 Dibaca 301 Kali

 

  • Legenda dan Sejarah Desa
    • Legenda

Pada masa pemerintahan  Orde lama sekitar tahun 1948 terbentuklah kesepakatan yaitu lahir 3 (tiga ) Wanua diwilayah Sulawatan Sabbangparu  wanua  tersebut  antara  lain adalah  :Wanua Liu, dan Caleko, Wanua Wage ,wanua tersebut masing-masing dipimpin oleh seorang kepala wanua dan wanua  Wage pada waktu dipimpin oleh H.ABD.KADIR dan Kepala kampong pada waktu itu adalah  MUHAMMADE yang mengepalai  Kampung Caleko.Dari sekian lama memimpin wanua Wage,Sekitar Tahun 1966 maka Wanua berganti nama menjadi Desa Wage,berselang beberapa tahun setelah berubah menjadi Desa Wage masih dijabat oleh H.ABD KADIR selama kurang lebih 18 Tahun dan sekitar Tahun 1968 terjadi pergantian Kepala Desa Wage,Mengingiat pejabat lama tidak mampu menjalankan lagi karena umur sudah lanjut,maka diambil alih oleh TALLABA ,M dan dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Desa Wage kurang lebih 20 Tahun lamanya dan diangkat sekertaris pada saat itu H.AMBO APPE sampai tahun 1978.

Dan pada Tahun yang  sama Sekretaris Desa diganti oleh MUH THAHA AS’AD tidak lama menjadi sekretaris,Desa Wage dimekarkan lagi dan muncullah Desa Ujung pero.Pada tahun 1984 pada saat itu pula diadakan pemilihan kepala Desa Wage yang menjadi kandidat pada saat itu adalah: TALLABA M dan ANDI MUH HATTA yang berhaasil maju sebagai pemimpin baru adalah ANDI MUH HATTA,BA beliau adalah pegawai staf Kecamatan Sabbangparu.dan MUH THAHA AS AD tetap menjadi Sekertaris Desanya,namun kurang lebih 8 Tahun ( 1 periode ) ANDI MUH HATTA,BA ditarik kembali kekantor Camat Sabbangparu untuk menduduki satu jabatan. pada Tahun 1990 diadakan lagi pemilihan kepala Desa Wage,dan yang masuk pada saat itu adalah: MUH THAHA AS AD ( Sekertaris Desa ),MUH ADNAN, MUNTAHA RAUF,Namun yang berhasil terpilih untuk memimpin Desa Wage adalah MUH THAHA AS AD untuk periode 1990-1998. Dan diangkat sekertarisnya melalui pemilihan pada aat itu adalah HARYANTO dan  mendapat SK BUPATI pada tahun 1993.setelah periode berakhir Tahun 1998,maka diadakan lagi pemilihan Kepala Desa Wage,masuk pada saat itu adalah : H.MUH THAHA AS AD (Kepala Desa lama),Drs ABD RAHMAN OSI,MUKTAMIR, Namun pada kesempatan ini H MUH THAHA AS AD kembali terpilih untuk memimpin Desa Wage sampai bulan mei 2007 mengingat UU No.32 yang menganatkan  bahwa Kepala Desa yang sudah 2 ( dua ) periode tidak lagi diberikan kesempatan untuk masuk menjadi calon .maka dengan  sendirinya  harus mengundurkan diri namun pada saat itu masih diangkat sebagai pejabat Kepala Desa Wage mengisi kekosongan pejabat yang belum mengadakan pemilihan Desa Wage,nanti pada tanggal 27 maret 2008 diadakanlah  pemilihan Kepala Desa Wage,dan  masuk calon pada saat itu adalah : 1.MUH BASRI PATOROI, 2. Drs.ABD RAHMAN OSI, 3,JABIR, 4.H.SULTAN TOMBONG, BA , 5. Drs.ABD.AZIS SAING  dan yang terpilih memimpin Desa Wage untuk periode 2008-2014 adalah : JABIR yang dilantik pada tanggal 1 april 2008 oleh Bapak Bupati Wajo.dan sejak tahun 1993 sampai sekarang menjadi Sekretaris adalah ARDIAWAN SH

Pada Tahun 2008 Desa Wage berhasil meraih juara Umum HUT RI ke 63 antar Desa baik dibidang olah raga maupun kesenian.Dan selanjutnya pada Tahun 2010 Desa Wage terpilih mengikuti Lomba Desa Desa Tingkat Provinsi Sulawesi selatan mewakili Kabupaten Wajo, yang hanya menduduki juara harapan. itu merupakan kebanggaan masyarakat Desa Wage terkhusus Kepala  Desa Wage

Setelah berjalannya pemerintahan Desa wage selama 6 Tahun maka Pada tanggal 30 Maret Tahun 2015 di adakan lagi Pemelihan Kepala Desa, dan yang maju sebagai kandidat adalah : 1. BUDIAMAN SE, 2. JABIR, S.Sos. namun hasil pemilihan masih tetap Kepala Desa Lama yaitu : JABIR, S.Sos kembali terpilih untuk memeimpin roda Pemerintahan di Desa Wage, Kec. Sabbangparu.  Setelah berjalannya pemerintahan  disahkanlah  UU  oleh DPR Masa Bakti Kepala Desa diperpanjang menjadi  3 Priode dan pada tahun 2021 diakan pemilihan Kepala Desa dan menjadi Kandidat yaitu : 1 BUDIAMAN 2. JABIR S.Sos dan Alhamdulillah Bapak JABIR S.Sos kembali terpilih menjadi kepala Desa priode 2021-2027,  seiring waktu berjalan pada tahun 2024  disahkan UU tentng  masa jabatan Kepala Desa ditambah 2 tahun jadi masa bakti kepala Desa sampai dengan 2029  dan  semoga Tuhan SWT senantiasa memberikan rahmat dan Hidayah-NYA.

TAHUN

KEJADIAN YANG BAIK

KEJADIAN YANG BURUK

 

Pada Abad Ke XVI

Penduduk Desa Wage Sudah Mulai bercocok tanam dan menangkap ikan

Bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda Sehingga kehidupan begitu saja.

 

1942

 

Belanda diusir oleh jepang dari bumi Indonesia termasuk di  Desa Wage

 

Penduduk Desa Wage semakin menderita dijajah Oleh Jepang

 

 

1945

Indonesia Merayakan Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Belanda datang lagi ke Indonesia lalu di usir kembali

 

1950

 

Lahirnya Desa Wage

Belanda datang lagi ke Indonesia dan diusir kembali oleh Rakyat Indonesia

 

 

1960

Pemerintah mendirikan sekolah namanya SR

Di Caleko terjadi pemberontakan antara TNI dengan Gerombolan sehingga perampoka terjdi dimana-mana

 

1695

Hasil Pertanian Melimpa

Terjdi perampokan G.30 SPKI sehingga masyarakat tidak tenang bekerja

 

1971

Pendidikan agama islam mulai meningkat

Terjadi kemarau panjang (9 bUlan) sehingga bahan pokok susah di dapatkan

 

2007

Adanya Dana Pemerintah Kabupaten melalui Alokasi Dana Desa

-

 

2008

 

Dilaksanakan perintisan dan perkerasan jalan tani polewali Caleko Alau Salo

-

 

2009

Kursus menjahit

-

 

2010

Perintisan dan perkerasan jalan tani Caleko Bulu sepanjang 2500 Km

Banjir Tahunan

 

2011

Pembuatan Jamban Sehat di Rumah-rumah Penduduk

Banjir Tahunan

 

2012

Pembangunan posyandu dicaleko bulu

-

 

2013

Pembuatan Jalan Desa (PNPM-MP)

-     Terjadi Musim Hujan dan mengakibatkan Banjir

 

2014

Pembuatan / Perintisan jalan Tani yang sudah lama di butuhkan oleh Masyarakat petani

-     Terjadi musim kemarau beberapa bulan

 

2015

Adanya Dana Desa yang bersumber dari APBN

-      

 

 

 

  • Kondisi Umum Desa

 

  • Geografis

No.

Kondisi Geografis

Keterangan

1.

Tinggi tempat dari permukaan laut

2.400 DPAL

2.

Curah hujan rata-rata per tahun

15.c

3.

Keadaan suhu rata-rata

30.C

4.

Dataran

Tinggi

5.

Perairan Danau

Sebagian Pesisir

6.

Sawah tadah hujan

17 Ha

7.

Sawah pasang surut

190 Ha

 

 

 

 

 

 

  • Letak dan Luas Wilayah

 

Desa Wage merupakan salah satu dari 15 Desa di Wilayah Kecamatan Sabbangparu yang terletak 3Km ke arah  selatan dari Ibukota Kecamatan Sabbangparu. Batas wilayah  Desa Wage.

Sebelah Utara                      :    Berbatasan Dengan Desa Pasaka

Sebelah Selatan                   :    Berbatasan Dengan Kel.Sompe

Sebelah Timur                     :    Berbatasan Dengan Kecamatan Pammana

Sebelah Barat                      :    Danau Tempe/ Ujung Pero

.

  • Iklim

Desa Wage, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia  mempunyai iklim tropis dengan tiga musim yaitu kemarau, hujan dan pancaroba, hal tersebut  mempunyai pengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat di Desa Wage Kecamatan Sabbangparu.

 

  • Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk

 

  • Jumlah Penduduk

 

Jumlah penduduk desa Wage  ± 1557 jiwa. Sebaran penduduk berada di dua Dusun: Caleko Alau Salo dan Caleko Orai Salo

 

 

 

Tabel 1: Jumlah Penduduk

 

Dusun Caleko Alau Salo

Dusun Caleko Orai Salo

RW 1

RW 2

RW 3

RW 1

RW 2

348

326

68

108

92

 

 

  • Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Wage sebagai berikut:

 

Tabel 2: Tingkat Pendidikan

SD

SMP

SMA

Sarjana

784 orang

439 orang

124 orang

132 orang

 

  • Mata Pencaharian

Desa Wage merupakan desa penrajin Sarung dan pedagan sarung, maka sebagian besar  penduduknya bermata pencaharian sebagai petani/pekebun dan petenun (ATBN) dan nelayan ikan air tawar, selengkapnya sebagai berikut:

Tabel 3: Jenis Pekerjaaan

Petani

Pedagang

Pegawai

Nelayan

Penenun

Lain-lain

298 org

348 org

31 org

56 org

212 org

97 org

 

  • Pola Penggunaan Tanah

 

Penggunaan tanah di Desa Wage sebagian besar diperuntukan untuk tanah pertanian sawah sedangkan sisanya untuk tanah kering yang merupaka bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Selain itu tanah di daerah pesisir Danau Tempe digunakan sebagai tempat berladang dan pada saat kering tapi pada musin hujan di manfaatkan sebagai tempat menangkap ikan.

 

  • Kepemilikan Hewan Ternak

 

Kepemilikan hewan ternak penduduk Desa Wage sebagaimana tabel 4:

 

Tabel 4: Jumlah Hewan Ternak

Ayam/Itik

Kambing

Sapi

Kerbau

Kuda

562

16

12

-

-

 

 

  • Prasarana dan Sarana

 

Kondisi prasarana dan sarana umum Desa Wage secara garis besar sebagai berikut:

 

Tabel 5: Prasarana dan Sarana Umum

Kantor Desa

Sekolah

Tk

Jalan Desa

Masjid

 

jembatan

Posyandu

Pompa  air

 Bak penampungan air

 

1

4

1

3500 km

4

3

3

7

2

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp1,348,513,000 Rp1,348,513,000
100%
Belanja
Rp305,490,600 Rp614,981,200
49.67%
Pembiayaan
Rp89,000,000 Rp249,000,000
35.74%

APBDes 2025 Pendapatan

Dana Desa
Rp788,196,000 Rp788,196,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp42,458,900 Rp42,458,900
100%
Alokasi Dana Desa
Rp517,858,100 Rp517,858,100
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp241,290,600 Rp475,081,200
50.79%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp2,400,000 Rp4,800,000
50%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp38,800,000 Rp58,600,000
66.21%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp5,000,000 Rp40,500,000
12.35%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp18,000,000 Rp36,000,000
50%