- Legenda dan Sejarah Desa
- Legenda
Pada masa pemerintahan Orde lama sekitar tahun 1948 terbentuklah kesepakatan yaitu lahir 3 (tiga ) Wanua diwilayah Sulawatan Sabbangparu wanua tersebut antara lain adalah :Wanua Liu, dan Caleko, Wanua Wage ,wanua tersebut masing-masing dipimpin oleh seorang kepala wanua dan wanua Wage pada waktu dipimpin oleh H.ABD.KADIR dan Kepala kampong pada waktu itu adalah MUHAMMADE yang mengepalai Kampung Caleko.Dari sekian lama memimpin wanua Wage,Sekitar Tahun 1966 maka Wanua berganti nama menjadi Desa Wage,berselang beberapa tahun setelah berubah menjadi Desa Wage masih dijabat oleh H.ABD KADIR selama kurang lebih 18 Tahun dan sekitar Tahun 1968 terjadi pergantian Kepala Desa Wage,Mengingiat pejabat lama tidak mampu menjalankan lagi karena umur sudah lanjut,maka diambil alih oleh TALLABA ,M dan dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Desa Wage kurang lebih 20 Tahun lamanya dan diangkat sekertaris pada saat itu H.AMBO APPE sampai tahun 1978.
Dan pada Tahun yang sama Sekretaris Desa diganti oleh MUH THAHA AS’AD tidak lama menjadi sekretaris,Desa Wage dimekarkan lagi dan muncullah Desa Ujung pero.Pada tahun 1984 pada saat itu pula diadakan pemilihan kepala Desa Wage yang menjadi kandidat pada saat itu adalah: TALLABA M dan ANDI MUH HATTA yang berhaasil maju sebagai pemimpin baru adalah ANDI MUH HATTA,BA beliau adalah pegawai staf Kecamatan Sabbangparu.dan MUH THAHA AS AD tetap menjadi Sekertaris Desanya,namun kurang lebih 8 Tahun ( 1 periode ) ANDI MUH HATTA,BA ditarik kembali kekantor Camat Sabbangparu untuk menduduki satu jabatan. pada Tahun 1990 diadakan lagi pemilihan kepala Desa Wage,dan yang masuk pada saat itu adalah: MUH THAHA AS AD ( Sekertaris Desa ),MUH ADNAN, MUNTAHA RAUF,Namun yang berhasil terpilih untuk memimpin Desa Wage adalah MUH THAHA AS AD untuk periode 1990-1998. Dan diangkat sekertarisnya melalui pemilihan pada aat itu adalah HARYANTO dan mendapat SK BUPATI pada tahun 1993.setelah periode berakhir Tahun 1998,maka diadakan lagi pemilihan Kepala Desa Wage,masuk pada saat itu adalah : H.MUH THAHA AS AD (Kepala Desa lama),Drs ABD RAHMAN OSI,MUKTAMIR, Namun pada kesempatan ini H MUH THAHA AS AD kembali terpilih untuk memimpin Desa Wage sampai bulan mei 2007 mengingat UU No.32 yang menganatkan bahwa Kepala Desa yang sudah 2 ( dua ) periode tidak lagi diberikan kesempatan untuk masuk menjadi calon .maka dengan sendirinya harus mengundurkan diri namun pada saat itu masih diangkat sebagai pejabat Kepala Desa Wage mengisi kekosongan pejabat yang belum mengadakan pemilihan Desa Wage,nanti pada tanggal 27 maret 2008 diadakanlah pemilihan Kepala Desa Wage,dan masuk calon pada saat itu adalah : 1.MUH BASRI PATOROI, 2. Drs.ABD RAHMAN OSI, 3,JABIR, 4.H.SULTAN TOMBONG, BA , 5. Drs.ABD.AZIS SAING dan yang terpilih memimpin Desa Wage untuk periode 2008-2014 adalah : JABIR yang dilantik pada tanggal 1 april 2008 oleh Bapak Bupati Wajo.dan sejak tahun 1993 sampai sekarang menjadi Sekretaris adalah ARDIAWAN SH
Pada Tahun 2008 Desa Wage berhasil meraih juara Umum HUT RI ke 63 antar Desa baik dibidang olah raga maupun kesenian.Dan selanjutnya pada Tahun 2010 Desa Wage terpilih mengikuti Lomba Desa Desa Tingkat Provinsi Sulawesi selatan mewakili Kabupaten Wajo, yang hanya menduduki juara harapan. itu merupakan kebanggaan masyarakat Desa Wage terkhusus Kepala Desa Wage
Setelah berjalannya pemerintahan Desa wage selama 6 Tahun maka Pada tanggal 30 Maret Tahun 2015 di adakan lagi Pemelihan Kepala Desa, dan yang maju sebagai kandidat adalah : 1. BUDIAMAN SE, 2. JABIR, S.Sos. namun hasil pemilihan masih tetap Kepala Desa Lama yaitu : JABIR, S.Sos kembali terpilih untuk memeimpin roda Pemerintahan di Desa Wage, Kec. Sabbangparu. Setelah berjalannya pemerintahan disahkanlah UU oleh DPR Masa Bakti Kepala Desa diperpanjang menjadi 3 Priode dan pada tahun 2021 diakan pemilihan Kepala Desa dan menjadi Kandidat yaitu : 1 BUDIAMAN 2. JABIR S.Sos dan Alhamdulillah Bapak JABIR S.Sos kembali terpilih menjadi kepala Desa priode 2021-2027, seiring waktu berjalan pada tahun 2024 disahkan UU tentng masa jabatan Kepala Desa ditambah 2 tahun jadi masa bakti kepala Desa sampai dengan 2029 dan semoga Tuhan SWT senantiasa memberikan rahmat dan Hidayah-NYA.
|
TAHUN |
KEJADIAN YANG BAIK |
KEJADIAN YANG BURUK |
|
|
Pada Abad Ke XVI |
Penduduk Desa Wage Sudah Mulai bercocok tanam dan menangkap ikan |
Bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda Sehingga kehidupan begitu saja. |
|
|
1942
|
Belanda diusir oleh jepang dari bumi Indonesia termasuk di Desa Wage
|
Penduduk Desa Wage semakin menderita dijajah Oleh Jepang
|
|
|
1945 |
Indonesia Merayakan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 |
Belanda datang lagi ke Indonesia lalu di usir kembali |
|
|
1950
|
Lahirnya Desa Wage |
Belanda datang lagi ke Indonesia dan diusir kembali oleh Rakyat Indonesia
|
|
|
1960 |
Pemerintah mendirikan sekolah namanya SR |
Di Caleko terjadi pemberontakan antara TNI dengan Gerombolan sehingga perampoka terjdi dimana-mana |
|
|
1695 |
Hasil Pertanian Melimpa |
Terjdi perampokan G.30 SPKI sehingga masyarakat tidak tenang bekerja |
|
|
1971 |
Pendidikan agama islam mulai meningkat |
Terjadi kemarau panjang (9 bUlan) sehingga bahan pokok susah di dapatkan |
|
|
2007 |
Adanya Dana Pemerintah Kabupaten melalui Alokasi Dana Desa |
- |
|
|
2008
|
Dilaksanakan perintisan dan perkerasan jalan tani polewali Caleko Alau Salo |
- |
|
|
2009 |
Kursus menjahit |
- |
|
|
2010 |
Perintisan dan perkerasan jalan tani Caleko Bulu sepanjang 2500 Km |
Banjir Tahunan |
|
|
2011 |
Pembuatan Jamban Sehat di Rumah-rumah Penduduk |
Banjir Tahunan |
|
|
2012 |
Pembangunan posyandu dicaleko bulu |
- |
|
|
2013 |
Pembuatan Jalan Desa (PNPM-MP) |
- Terjadi Musim Hujan dan mengakibatkan Banjir |
|
|
2014 |
Pembuatan / Perintisan jalan Tani yang sudah lama di butuhkan oleh Masyarakat petani |
- Terjadi musim kemarau beberapa bulan |
|
|
2015 |
Adanya Dana Desa yang bersumber dari APBN |
- |
|
|
|
|
||
- Kondisi Umum Desa
- Geografis
|
No. |
Kondisi Geografis |
Keterangan |
|
1. |
Tinggi tempat dari permukaan laut |
2.400 DPAL |
|
2. |
Curah hujan rata-rata per tahun |
15.c |
|
3. |
Keadaan suhu rata-rata |
30.C |
|
4. |
Dataran |
Tinggi |
|
5. |
Perairan Danau |
Sebagian Pesisir |
|
6. |
Sawah tadah hujan |
17 Ha |
|
7. |
Sawah pasang surut |
190 Ha |
|
|
|
|
- Letak dan Luas Wilayah
Desa Wage merupakan salah satu dari 15 Desa di Wilayah Kecamatan Sabbangparu yang terletak 3Km ke arah selatan dari Ibukota Kecamatan Sabbangparu. Batas wilayah Desa Wage.
Sebelah Utara : Berbatasan Dengan Desa Pasaka
Sebelah Selatan : Berbatasan Dengan Kel.Sompe
Sebelah Timur : Berbatasan Dengan Kecamatan Pammana
Sebelah Barat : Danau Tempe/ Ujung Pero
.
- Iklim
Desa Wage, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim tropis dengan tiga musim yaitu kemarau, hujan dan pancaroba, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat di Desa Wage Kecamatan Sabbangparu.
- Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk
- Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk desa Wage ± 1557 jiwa. Sebaran penduduk berada di dua Dusun: Caleko Alau Salo dan Caleko Orai Salo
Tabel 1: Jumlah Penduduk
|
Dusun Caleko Alau Salo |
Dusun Caleko Orai Salo |
|||
|
RW 1 |
RW 2 |
RW 3 |
RW 1 |
RW 2 |
|
348 |
326 |
68 |
108 |
92 |
- Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat Desa Wage sebagai berikut:
Tabel 2: Tingkat Pendidikan
|
SD |
SMP |
SMA |
Sarjana |
|
784 orang |
439 orang |
124 orang |
132 orang |
- Mata Pencaharian
Desa Wage merupakan desa penrajin Sarung dan pedagan sarung, maka sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani/pekebun dan petenun (ATBN) dan nelayan ikan air tawar, selengkapnya sebagai berikut:
Tabel 3: Jenis Pekerjaaan
|
Petani |
Pedagang |
Pegawai |
Nelayan |
Penenun |
Lain-lain |
|
298 org |
348 org |
31 org |
56 org |
212 org |
97 org |
- Pola Penggunaan Tanah
Penggunaan tanah di Desa Wage sebagian besar diperuntukan untuk tanah pertanian sawah sedangkan sisanya untuk tanah kering yang merupaka bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Selain itu tanah di daerah pesisir Danau Tempe digunakan sebagai tempat berladang dan pada saat kering tapi pada musin hujan di manfaatkan sebagai tempat menangkap ikan.
- Kepemilikan Hewan Ternak
Kepemilikan hewan ternak penduduk Desa Wage sebagaimana tabel 4:
Tabel 4: Jumlah Hewan Ternak
|
Ayam/Itik |
Kambing |
Sapi |
Kerbau |
Kuda |
|
562 |
16 |
12 |
- |
- |
- Prasarana dan Sarana
Kondisi prasarana dan sarana umum Desa Wage secara garis besar sebagai berikut:
Tabel 5: Prasarana dan Sarana Umum
|
Kantor Desa |
Sekolah |
Tk |
Jalan Desa |
Masjid |
|
jembatan |
Posyandu |
Pompa air |
Bak penampungan air |
|
|
|
||||||||||
|
1 |
4 |
1 |
3500 km |
4 |
3 |
3 |
7 |
2 |
||