Sejarah Berdirinya Kelurahan Talotenreng
Awal mula terbentuknya adalah bahwa Kelurahan Talotenreng merupakan pemekaran dari Kelurahan Sompe yang menjadi 3 kelurahan. Kelurahan Talotenreng terpisah dari Kelurahan Sompe pada tahun 1987 yang sebelumnya itu masih berbentuk lingkungan yaitu Lingkungan Sompe, maka setelah itu terbentuk kelurahan yang berdiri sendiri maka diberi nama Talotenreng oleh beberapa tokoh masyarakat dengan mengenang sejarah dari arti Talotenreng (Bahasa Bugis) yang artinya Sebuah Tangga yang merupakan alat sederhana masyarakat lokal yang dipakai untuk menaiki pohon yang tinggi seperti kelapa, lontar dan pohon besar dan tinggi lainnya. Tangga ini juga berfungsi pada setiap naik di ketinggian (yang punya pohon lontar) untuk melihat yang konon katanya masih bisa melihat laut dan melihat layar kapal yang datang dan berharap ada penduduk yang datang atau pulang kampung (Passomnpe). Itulah kenapa Masyarakat dari dulu selalu mengatakan kampungnya bernama Sompe. Karena dapat melihat layar perahu yang datang apabila menaiki tangga yang di tempatkan pada pohon lontar di perbukitan atau gunung-gunung yang tinggi untuk melihat jauh ke segala penjuru.
Dengan kisah itulah maka semua tokoh Masyarakat sepakat untuk menamakan kelurahan itu Bernama Kelurahan Talotenreng